Sabtu, 08 Oktober 2022

BAHAYA ISI GALON PALSU, HARUS KITA WASPADAI

Beberapa waktu lalu, marak kembali pemberitaan tentang bahaya isi galon palsu. Setelah sebelumnya, pemberitaan tentang galon palsu ini juga sudah seringkali terjadi. Bahkan menurut penulusuran di internet, pembahasan tentang hal ini sudah ada sejak tahun 2016.

Namun demikian, kasus yang paling hangat terakhir kali dibahas adalah ketika munculnya cuitan dari akun Twitter @hermawan_devina milik Devina Hermawan, seorang chef yang cukup terkenal. Dalam cuitan yang dipost tanggal 24 Juli 2022 itu, Devina menulis, “Pemalsuan air minum galon : sangat mudah dilakukan. Ada masukan supaya kemasan galon lebih aman? Komen di bawah. Sumber : Tribun Banten.”

Pada postingan tersebut disertai dengan cuplikan video yang memperlihatkan bagaimana cara seseorang bisa membuka tutup galon yang masih baru dengan mudah. Untuk kemudian, tutupnya bisa diganti dengan tutup air mineral galon dengan merek yang sudah terkenal. Dalam kondisi seperti itu, isinya bisa diganti dengan oplosan air dari wadah lain yang sumbernya tidak jelas. Saat ditutup kembali, kondisi terlihat seolah seperti normal tanpa ada kerusakan pada tutupnya.

Sontak saja cuitan Devina menjadi trending topic, hingga videonya ditonton lebih dari 200 ribu kali dan diretweet sampai hampir 2000 orang. Sangat wajar, sebab orang-orang memang akan waspada jika ada informasi terkait dengan kesehatan. Apalagi hubungannya dengan kebutuhan utama dalam hidup, salah satunya yaitu air minum.

Semua orang sudah tahu pentingnya memenuhi kebutuhan air minum bagi tubuh. Dalam hal ini, bukan hanya soal banyaknya air yang harus dikonsumsi, tapi juga sangat penting untuk memastikan kebersihannya. Sebab, jika kita meminum air yang kurang bersih atau mengandung bakteri, meskipun tak terlihat kasat mata, maka resikonya bisa mengganggu kesehatan. Contohnya bisa menyebabkan diare, yang jika berlebihan bisa menimbulkan dehidrasi.

Untuk itulah, memahami dan menyadari pentingnya kebutuhan air minum yang bersih menjadi sangat penting. Terutama untuk para ibu rumah tangga yang paling sering menyediakan kebutuhan air minum sehat bagi keluarga. Apalagi yang masih memiliki anak kecil yang tubuhnya rentan dengan kuman atau bakteri.

Dengan pengetahuan yang cukup tentang kebutuhan air sehat ini akan membantu juga pada pemahaman kenapa kita harus waspada terhadap bahaya isi galon palsu. Sebab, isi air galon yang bukan dari pabrikan air mineral yang sudah distandardisasi, sudah tidak dapat dijamin kebersihannya. Termasuk kandungan lain yang mungkin terkontaminasi di dalam airnya, sangat tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Sedangkan dari pihak perusahaan air mineral galon yang isinya banyak dipalsukan ini juga tidak bisa menjamin keaslian isi galon secara pasti. Pihak mereka hanya mengingatkan untuk berhati-hati tanpa memberikan solusi yang jelas. Bahwa untuk pengecekan bisa dilakukan dengan melihat nomor seri produksi yang ada pada badan galon, nomornya harus sama dengan yang ada di tutup galon. Padahal, ini menjadi tidak valid karena kita bisa buktikan dari video bahwa tutup galon sangat mudah dibuka tanpa harus dirusak.

Lalu, bagaimana kita bisa memastikan bahwa air minum yang kita beli bukan galon palsu? Sebagai informasi tambahan, katanya bisa saja kita mendapati tutup galon palsu yang tidak kedap udara, alias longgar. Jika bertemu yang seperti ini, maka kita harus mewaspadai sebagai isi galon palsu.

Untuk memudahkan, berikut rangkuman tips untuk mengecek kemungkinan isi galon palsu :

- Pastikan ketika proses pembukaan tutup galon apakah mudah dilakukan atau tidak

- Cek juga jika rasa atau warna pada air isi galon mengalami perubahan, jika iya maka ada kemungkinan galonnya diisi dari sumber yang tidak jelas (dioplos)

- Cek kode atau nomor seri di badan dan tutup galon, keduanya harus sama

Tips di atas memang hanya sebagai saran untuk menjaga dari bahaya isi galon palsu. Karena masalah sebenarnya adalah jika tutup galon baru yang masih disegel tapi mudah dibuka. Jadi kemungkinan bisa saja galonnya betul asli, tutupnya juga asli, tapi isinya dioplos. Karena itu, kita harus selalu waspada pada setiap kemungkinan.

Jadi, intinya sebagai orang tua, terutama ibu rumah tangga, maka kita :

1. Harus punya pemahaman tentang perlunya konsumsi air bersih dan sehat

2. Harus aware terhadap adanya bahaya isi galon palsu

3. Harus punya pengetahuan tentang adanya tutup galon palsu atau bahwa tutup galon mudah dipalsukan

4. Harus menyadari bahwa akan selalu ada oknum yang berbuat curang melakukan isi galon palsu

5. Harus selalu ingat kemungkinan bahwa tutup dan galon asli, tapi isi galon bisa dipalsukan

Semoga kita semua bisa lebih waspada terhadap bahaya isi galon palsu ini, sehingga oknum pelaku pemalsuan tidak punya lagi celah untuk melakukan kecurangan. Dengan demikian, kebutuhan kita untuk mendapatkan air minum yang bersih dan sehat bisa terjamin.

Minggu, 22 Mei 2022

Wisuda Sekolah Tinggi Teknologi Bandung XVII Tahun 2022 Sekaligus Ajang Gelar Prestasi

Selalu mengagumkan. Itu kesan yang terasa setiap kali mengikuti acara besar Wisuda Sekolah Tinggi Teknologi Bandung. Kali ini wisuda ke-17, diselenggarakan di Trans Convention Center Hotel Trans Luxury, pada Hari Sabtu tanggal 21 Mei 2022.
Seperti biasa, seluruh undangan juga dibuat terkesima ketika rombongan Civitas Akademika STTBandung memasuki ruangan diiringi lagu Gaudeamus Igitur yang dinyanyikan oleh paduan suara mahasiswa. Gema lagu ini memang selalu berhasil membuat suasana lebih berkharisma. Dilanjutkan Tarian Selamat Datang yang juga meriah. Para penari itu seperti ingin mengajak semua yang hadir di gedung pertemuan untuk bergembira menyambut hari istimewa ini. Bagaimana tak menjadi istimewa, karena setelah beberapa tahun menimba ilmu di kampus STTBandung, para mahasiswa akhirnya mampu menyelesaikan seluruh rangkaian proses belajar dan ujian dengan baik. Sehingga tiba saatnya mendapat gelar sarjana. Apalagi selama dua tahun diselingi dengan kondisi di luar kendali, yaitu pandemik Covid-19 membuat perjuangan mereka semakin luar biasa.
Meskipun mendapat gelar sarjana bukanlah pencapaian akhir. Seperti yang disampaikan dalam sambutan Ketua STTBandung, bapak Muchammad Naseer, S.Kom, M.T., bahwa acara wisuda ini justru merupakan awal dari langkah selanjutnya untuk mencapai kesuksesan di masa depan. Dalam sambutan kali ini, beliau juga tak lupa memaparkan serangkaian keberhasilan yang sudah dicapai STTBandung dalam satu tahun terakhir. Salah satunya prestasi dosen-dosen yang telah berhasil meloloskan 5 proposal untuk matching fund dari Kedaireka. Tidak hanya dosen senior, tapi ada juga yang masih muda. Di antara mereka ada sahabat penulis, yaitu Ibu Sri Kuswayati, S.Si., M.Kom. dan Ibu Sri Erina Damayanti, S.T., M.Kom. Selain itu, tak kalah membuat decak kagum bagi para undangan adalah prestasi mahasiswa STTBandung. Sehingga, tak perlu diragukan lagi bahwa kualitas perguruan tinggi yang terletak di daerah Buahbatu Bandung ini termasuk sangat baik. Bahkan mencapai peringkat pertama untuk sekolah tinggi di Indonesia.
Terobosan kerjasama yang terus-menerus ditingkatkan bersama instansi swasta dan pemerintah, makin membuka peluang bagi mahasiswa dan alumninya untuk mempraktikkan langsung ilmu yang diperoleh. Sehingga tak perlu waktu lama, bahkan kurang dari dua bulan, lulusan STTBandung sudah menempatkan diri untuk langkah berikutnya. Ada yang langsung bekerja, ada yang melanjutkan kuliah ke S2, atau bahkan banyak di antara mereka juga yang justru mampu membuka lapangan kerja dengan menjadi seorang wirausahawan. Tak heran jika dalam waktu dekat program “STTBandung goes to university“ akan segera terwujud. Dari sekolah tinggi berkembang menjadi sebuah universitas. Hal ini dipertegas dalam sambutan dari Pembina Yayasan LPPI Bandung, Bapak Prof. Dr. I Made Bandem. Sebagai pendorong bagi kemajuan STTBandung, beliau sangat memperhatikan dan mendukung setiap program yang dijalankan. Dengan harapan, suatu saat nanti STTBandung juga akan menjadi universitas yang terdepan, tidak hanya di kota Bandung tapi diperhitungkan di seluruh negeri, bahkan sampai mendunia.
Senada dengan orasi yang disampaikan oleh Keynote Speaker Dr. Lukman, S.T., M. Hum. Beliau adalah Direktur Kelembagaan Dirjen Dikti Riset dan Teknologi Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Beliau sangat bangga dengan keberhasilan para wisudawan bisa melampaui masa sulit selama pandemik. Bahkan mampu mengubah kesulitan ini menjadi kretivitas yang terus berkembang tanpa henti. Kuliah secara daring tak menjadi kendala untuk menyelesaikan tugas dan kewajiban. Sama halnya yang disampaikan oleh Kepala Dikti Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Bapak Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T. bahwa hari wisuda ini bukan akhir tapi sebaliknya menjadi awal untuk menjadi manusia yang lebih baik di masa depan.
Keynote speaker yang paling berkesan adalah Bapak Lutpi Ginanjar. Boleh dikatakan sangat berbeda karena masih sangat muda. Sebagai Founder dan CEO Smeshub Indonesia berusia 26 tahun, beliau telah mampu membuktikan bahwa keberhasilan seseorang bukan hanya dapat dicapai karena privilage dari orang tua. Pengalaman jatuh-bangun yang dilalui membuktikan bahwa kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas juga bisa mengantar “orang kampung” yang tidak kaya menjadi pengusaha yang sukses. Bahkan dengan usia belia sudah bisa memberikan lapangan kerja dan peluang bisnis bagi banyak orang di sekelilingnya. Dengan program pengembangan bisnis bagi UMKM, Smeshub Indonesia juga sebagai bakti yang sesungguhnya kepada masyarakat.
Berikutnya, prosesi yang dinanti dengan rasa tak sabar dari para wisudawan dan orang tua menjadi bagian yang paling mengharukan. Total ada 142 orang lulusan yang mengikuti wisuda ke-17 ini. 78 orang dari Teknik Industri, 53 orang dari Teknik Informatika, dan 11 orang dari Desain Komunikasi Video. Termasuk salah satunya adalah Atik Fauziah. Seorang wisudawan yang telah meninggal dunia karena sakit, sebelum acara yang dinanti tiba. Prosesi menjadi semakin mengharukan ketika diwakilkan kepada kakak almarhumah beserta orang tuanya. Hingga akhir hayatnya, almarhumah telah mampu memberikan yang terbaik bagi keluarga dan memberikan contoh bahwa suatu keberhasilan itu dapat diperjuangkan jika kita punya tekad dan pantang menyerah. Al fatihah buat almarhumah. Yang dinanti selanjutnya pun tiba. Diiringi debar dari beberapa nominasi, akhirnya terpilih 3 wisudawan terbaik, serta 9 skripsi terbaik dari 3 jurusan. Sungguh suatu kebanggaan luar biasa bagi mereka yang meraih prestasi juga bagi orang tuanya. Selamat ya, kalian memang pantas mendapatkan penghargaan.
Tak heran, jika kesan dan pesan dari wisudawan terbaik pun disampaikan oleh Shifa Rahmawati, S.T. sebagai bentuk apresiasi. Harapan yang disampaikannya, semoga ilmu yang didapat bisa diaplikasikan dengan optimal ketika sudah terjun di masyarakat kelak. Tak ketinggalan, Janji Wisudawan dengan lantang dibacakan oleh Regina Wardani, S.Kom. diikuti oleh seluruh wisudawan. Semoga bisa menjadi penguat tekad untuk bisa istiqomah dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat yang sebenarnya. Ditutup dengan doa, serangkaian proses wisuda Sekolah Tinggu Teknologi Bandung telah selesai dengan lancar. Haru, bangga, dan bahagia menyatu di dalam setiap dada. Selamat wisuda buat para alumni baru, selamat menempuh perjuangan baru selanjutnya. Bravo STTBandung. Be ready for the future.

Sabtu, 05 Maret 2022

Pond's Triple Glow Serum, Wanita yang Ingin Tetap Tampil Jelita Wajib Coba!

Buat Momies, apa sih alasan memilih produk skincare? Kalau saya sih, harus banget mengikuti prinsip “cocok”. Maklum, semuanya serba sensitif. Dari kulit wajah sampai ke dompet. Namanya juga emak-emak. Sebagai Manajer Keuangan keluarga, hitung-hitungan belanja harus jelas. Ada yang sama?

Jadi, punya kulit yang cukup sensitif itu memang gampang-gampang susah buat cari produk perawatan atau make up. Sebab, salah pilih kandungan yang ada di dalam produk, sudah deh wajah bukannya glowing. Malah tambah ambyar. Haha ... canda ambyar. Salah satunya adalah memilih serum pencerah wajah. Harus benar-benar teliti.

Tapi, untuk pilihan yang cocok, alhamdulillah saya sudah punya. Salah satunya adalah produk dari Pond’s. Selain cocok dan disesuaikan dengan kulit wanita Asia kebanyakan, produk ini juga paling cocok di dompet. Harga affordable tapi kualitas termasuk sangat baik.

Untuk perawatan sehari-hari, saya memang bukan termasuk perempuan yang telaten. Tapi, minimal mencuci muka setelah bepergian atau menjelang tidur malam itu adalah rutinitas wajib. Supaya kebersihan dan kesehatan kulit wajah tetap terjaga tentunya. Buat saya, menggunakan Pond’s Serum Facial Foam sudah sangat pas. Buktinya, banyak yang suka pangling kalau ketemu. Kata mereka, wajah saya bersih dan segar katanya.

Wah, pasti senang dong. Maklum, usia sudah tidak muda lagi. Bahkan sudah “jelita”. Alias jelang lima puluh tahun. Makanya butuh perawatan ekstra supaya wajah tetap terlihat fresh.


Lalu, untuk skincare saya pake apa lagi?

Nah, berhubung momy usia jelita ini butuh serum pencerah wajah, selama ini saya suka agak memaksakan diri untuk mencoba merek-merek yang dipakai oleh teman. Maklum, emak-emak itu bawaannya pengen aja nyoba yang dipakai orang lain. Apalagi kalau terbukti hasilnya OK. Iya, kan?

Sayangnya, tidak semua merek itu akhirnya cocok dengan saya. Beberapa kali pakai, kebanyakan tidak lanjut. Kalau bukan karena kulit yang meradang, biasanya dompet ikut meradang. Sampai akhirnya dapat informasi kalau Pond’s juga ternyata sudah meluncurkan produk skincare baru. Pond’s Triple Glow Serum. Tidak mau buang waktu, segera meluncur cari tahu lebih detail si serum pencerah wajah ini.

Menurut info yang saya dapatkan, Pond’s Triple Glow ini terdiri dari dua produk. Produk pertama yaitu Pond’s Triple Glow Serum, sedangkan yang satu lagi Pond’s Triple Glow Serum Mask. Wah, sepertinya bakal jadi duo dahsyat yang tak terpisahkan nih.

Bagaimana tidak, katanya serum pencerah wajah terbaik dari Pond’s ini mengandung formulasi khusus. Konsentrat serum pencerah wajah yang menggabungkan 3 kekuatan terbaik. Mampu bekerja 60 X lebih efektif dari Vitamin C, yaitu:

1. Mencerahkan dengan Gluta-Boost-C: mengandung glutathione, antioksidan yang dikenal mampu mencerahkan kulit. Formula unik Gluta-Boost-C efektif menyamarkan flek hitam, untuk wajah tampak cerah dan warna kulit merata

2. Melembutkan dengan Vitamin B3+: menyamarkan pori untuk wajah tampak mulus

3. Melembabkan dengan Hyaluronic Acid: menyerap mendalam ke setiap lapisan epidermis kulit untuk wajah tampak lembab berkilau.

Cara menggunakannya pun mudah. Yaitu, ratakan 2-3 tetes POND'S Bright Beauty Triple Glow Serum di wajah terutama setelah menggunakan 3-in-1 Potion Essence. Tepuk perlahan untuk membantu menyerap ke dalam kulit. Lanjutkan dengan pelembab untuk mengunci. Kamu akan dapatkan manfaat terbaik dari serum pencerah wajah ini.


Lalu, selanjutnya apa lagi?

Pertanyaannya, apakah kamu merasa wajahmu kusam dan butuh nutrisi tambahan? Atau ingin kulit wajahmu tampak glowing seperti Wendy RED VELVET? Katanya, coba saja POND'S Bright Beauty Triple Glow Serum Mask baru, yang mengandung serum Niacinamide 100 x lebih banyak dari Pond’s sheet mask lainnya. Triple Glow Serum Mask ini dapat mencerahkan, menghaluskan, dan melembabkan kulit hanya dalam 1 kali pakai.

Sama halnya dengan Triple Glow Serum, masker ini juga mengandung formulasi khusus. Masker serum rahasia kulit glowing Wendy RED VELVET ini dilengkapi dengan konsentrat brightening yang menggabungkan 3 kekuatan skincare terbaik untuk pancarkan triple action glow:

1. Mencerahkan dengan Gluta-Boost-C: mengandung glutathione, antioksidan yang dikenal mampu mencerahkan kulit. Formula unik Gluta-Boost-C efektif menyamarkan flek hitam dan mencerahkan wajah 60 X lebih efektif dari Vit C

2. Melembutkan dengan Vitamin B3+: menyamarkan pori untuk wajah tampak mulus

3. Melembapkan dengan Hyaluronic Acid: menyerap mendalam ke setiap lapisan epidermis kulit untuk wajah tampak lembab berkilau.

Untuk selanjutnya Momies bisa lebih percaya diri dengan bare face (tanpa make up). Sebab, berdasarkan review yang dirangkum, ternyata Pond’s Triple Glow Serum ini katanya memberikan manfaat seperti berikut:

1. Membuat pori-pori kulit wajah jadi lebih kecil jadi tersamarkan

2. Aromanya soft, teksturnya ringan, tidak lengket, cepat meresap agak kental dibanding serum pada umumnya, namun ketika diaplikasikan ke wajah jadi melted sehingga mudah banget diratakan di kulit dan mudah meresap sehingga wajah langsung lembab, sehat dan terasa kenyal

3. Setelah pemakaian kurang lebih 2 minggu, kalo cocok, wajah kelihatan lebih cerah dan lembab. Bagi yang berjerawat, serum ini bisa menyamarkan bekas jerawat. Serum ini tidak bikin perih ketika diaplikasikan di kulit yang sedang berjerawat

4. Solusi Untuk Masalah Kulit Wajah dan Diformulasikan Khusus Untuk Kulitmu

Nah, sudah sedetail ini informasinya tentang Pond’s Triple Glow Serum. Momies mesti akan tetap terlihat jelita, kan? Yakin, masih belum mau coba serum pencerah wajah ini?

Minggu, 27 Februari 2022

Membangun Personal Branding Positif melalui Blog

Kalau baca dari judul saja, sepertinya akan ada dua fokus topik pembahasan ya. Tentang personal branding dan juga tentang blog. Momies sudah punya blog? Atau sudah menjalankan personal branding tapi di platform lain? Yuk, kita mulai bahas.

Apa itu personal branding?

Saya akan coba paparkan berdasarkan pemahaman yang saya peroleh ketika ikut kelas Pak Subiakto, beliau adalah seorang pakar Brand di Indonesia. Menurut beliau, dalam kaitannya dengan kegiatan bisnis, ada 3 cara untuk melakukan branding. Yaitu melalui corporate branding (menonjolkan perusahaannya atau bisnisnya secara global), product branding (menonjolkan hasil produksinya secara spesifik), atau melalui personal branding (menonjolkan profil pribadi yang bisa mewakili bisnis atau produk).

Artinya, kegiatan personal branding ini ternyata bukan hanya milik pribadi seseorang dalam ruang lingkup yang sempit saja. Kebanyakan orang mengira bahwa personal branding secara sederhana adalah bagaimana orang mengenali kita. Sebagai siapa? Profesinya sebagai apa? Namun, lebih luasnya personal branding ini bisa menjadi sebuah proses yang dibangun untuk mencapai sebuah tujuan. Atau dengan kata lain, by design. Ada poin-poin yang bisa kita susun untuk mencapai yang dimaksud.

Contohnya, membangun personal branding sebagai ibu rumah tangga yang produktif dari rumah. Dalam hal ini berarti Momies bukan hanya dilihat orang lain sebagai seorang ibu rumah tangga saja. Meskipun sebenarnya aktifitas rumah tangga itu tidak pernah ada habisnya ya, Mom. Lebih dari itu, maka Momies bisa menunjukkan ada kegiatan lain, misalnya sebagai pebisnis, sebagai penulis, atau sebagai mom-influencer. Intinya, Momies bisa tetap menghasilkan meskipun dari rumah.

Lalu, bagaimana orang-orang akan mengenal Momies dengan kegiatan itu? Tentunya harus ada media yang dijadikan tempat untuk menyampaikan informasi te rsebut. Salah satunya melalui media sosial. Memanfaatkan media sosial tidak hanya sekadar berbagi foto saat makan atau piknik, tetapi juga berbagi informasi tentang kegiatan yang Momies lakukan juga bisa menjadi proses terbentuknya personal branding yang diinginkan.

Selanjutnya, bagaimana hubungannya dengan blog?

Setiap orang biasanya punya kecenderungan yang berbeda ketika melakukan suatu aktifitas. Termasuk dalam memilih platform media sosial. Ada yang lebih suka menggunakan Facebook dibandingkan Twitter, atau sebaliknya. Ada yang suka membaca blog dan artikel-artikel, tetapi ada juga yang lebih suka mencari informasi hanya dari Instagram saja. Semua memiliki kebebasan untuk memilih mana yang lebih disukai atau nyaman dengan kebiasaan masing-masing. Blog sebagai salah satu media komunikasi sosial, memang memiliki kelebihan pada kelengkapan informasi yang bisa disampaikan kepada orang lain.

Selain berupa tulisan yang cukup panjang, rata-rata bisa sampai 500 kata atau bahkan 1000 kata. Dengan membagi informasi di blog, kita juga bisa lengkapi dengan foto-foto yang relate dengan kegiatan yang kita tuliskan. Bahkan, memungkinkan juga untuk membagi video-video pendek untuk disisipkan. Artinya, kalau dibandingkan media sosial yang lain, sebenarnya blog adalah media sosial dengan paket yang paling kumplit.

Hanya saja, tidak semua orang suka baca artikel yang panjang-panjang. Atau sebaliknya, tidak semua orang suka menulis panjang dan lebar. Sehingga, lebih suka dengan cara yang simpel. Bahkan, jika Momies memanfaatkan blog untuk membagikan kegiatan positif yang dilakukan, informasinya akan menetap jangka panjang. Kapanpun orang bisa akses, terutama jika blog kita sudah dibekali dengan SEO. (Butuh pembahasan lanjutan kayanya sih kalau ini). Selain membagikan kegiatan yang dilakukan, Momies juga bisa membagikan pemikiran-pemikiran, ide-ide, ataupun tema-tema keseharian yang diminati. Sehingga orang lain bisa mengetahui semua visi dan isi kepala Momies sekalipun.

Namun, semua kembali lagi kepada peminatan masing-masing. Apapun media atau platform yang Momies pilih, yang penting adalah menjadi sarana kita berbagi informasi yang positif dan bermanfaat untuk orang lain, terutama menjadi inspirasi bagi Momies lain di luar sana. Akhir kata, selamat beraktifitas dan lanjutkan membangun hal-hal yang positif dalam diri Momies. Jangan selalu bandingkan dengan pencapaian orang lain, tapi selalu jadikan yang terbaik dari versi kita.

Be a positive. Be a great Mom.

Senin, 06 Desember 2021

Wisuda XVI Program Sarjana STT Bandung Tahun 2021 Secara Hybrid

Wisuda kali ini adalah tahun ke-3 bagi saya mengikuti perhelatan agung yang diselenggarakan oleh STT Bandung. Namun, ada yang berbeda karena diselenggarakan secara hybrid. Masa pandemik Covid-19 yang berlangsung sejak awal tahun 2020 memang masih belum usai secara tuntas, sehingga kegiatan wisuda pun mengalami adaptasi, agar tetap terselenggara secara kondusif. Meskipun demikian, penyelenggaraan wisuda hybrid ini tidak mengurangi kehidmatan acara yang sangat penting bagi mahasiswa dan mahasiswi. Sebab, pada momen ini mereka akan dilepas dari kampus menuju masyarakat. Wisuda berlangsung pada hari Minggu lalu, tanggal 5 Desember 2021, yang bertempat di Hotel Intercontinental Dago Resort Bandung.
Para wisudawan, orang tua, dosen, civitas akademika, pembina yayasan, dan undangan hadir di tempat yang telah disiapkan di salah satu Convention Hall di sana. Namun, sebagian wisudawan dan orang tua hadir secara daring melalui Zoom Meeting. Mereka saling terkoneksi di layar besar di dalam gedung dengan layar monitor device masing-masing. Kegiatan secara hybrid itu sendiri tentunya bukan hal baru. Selama satu tahun terakhir masa pandemik, mahasiswa sudah terbiasa dengan kegiatan kuliah daring. Namun, ketika kegiatan ini diikuti banyak pihak, tentu saja menjadi sesuatu yang istimewa. Terutama para orang tua yang hadir dari rumah. Sebagian dari mereka mungkin saja tidak terbiasa mengikuti video live, sehingga tampak beberapa orang yang kikuk. Walaupun demikian, secara kesuluruhan semua wisudawan dan orang tua tentu saja sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara yang telah disiapkan panitia dengan sangat rapi.
Semua hadirin dipastikan harus menyiapkan diri secara protokol kesehatan, menggunakan masker dan sarung tangan yang telah disiapkan. Kemudian pembawa acara menyampaikan bahwa seluruh senat civitas akademika akan memasuki ruangan wisuda. Seperti biasa, prosesi ini tidak pernah gagal untuk membuat suasana menjadi syahdu dan haru. Para pembawa bendera merah-putih dan lambang civitas akademika mendahului rombongan dengan menggunakan pakaian adat Sunda. Diikuti oleh jajaran Senat Sekolah Tinggi Teknologi Bandung. Iringan lagu “Gaudeamus Igitur” yang dinyanyikan paduan suara pun membahana ke seluruh ruangan, dan gaungnya tetap sampai kepada seluruh hadirin meskipun hanya melalui layar.
Setelah semua Senat menduduki tempat di depan panggung, kemudian dilanjutkan dengan persembahan Tarian Selamat Datang. Tarian ini dibawakan oleh 8 mahasiswi cantik yang mengenakan pakaian adat berwarna merah, sesuai dengan tema keseluruhan acara. Adapun, jika dimaknai tarian ini bertujuan sebagai bentuk dari ucapan dan doa agar semua selamat dan sejahtera. Sebelum pidato pembukaan, dilakukan “ketuk palu” sebagai tanda dibukanya “Wisuda XVI Program Sarjana Sekolah Tinggi Teknologi Bandung” secara resmi oleh Ketua Senat. Dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta, dan Mars STT Bandung.
Pidato dan Sambutan Adalah Muchammad Naseer, S. Kom. M.T. sebagai Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Bandung, mengawali dengan pidato pembukaan. Seperti biasa, beliau selalu berhasil membuat hadirin terkagum dengan pencapaian-pencapaian baik dari para Dosen maupun mahasiswanya. Beliau menyampaikan bahwa perkembangan STT Bandung semakin hari semakin mendapat sambutan yang antusias, baik dari instansi maupun calon mahasiswa. Bagaimana tidak, STT Bandung sanggup menyediakan penyelenggaraan pendidikan yang menjamin keberlangsungan kemajuan dan perkembangan setiap mahasiswanya menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.
Yang pertama, adanya kerja sama nasional dan internasional dengan lembaga-lembaga yang memberikan kesempatan mahasiswa untuk magang atau bekerja di luar negeri. Seperti LITHAN Academy Singapore, bekerja sama untuk membantu mahasiswa magang di Singapura. JPY International, yang membantu mahasiswa untuk dapat magang di Jepang. Bahkan, BP2MI menyediakan kuota sebanyak 3000 orang alumni untuk dapat bekerja di luar negeri, dengan mekanisme pekerja migran yang sangat aman. Sehingga, para orang tua tidak perlu khawatir meskipun anaknya bekerja jauh di luar negeri. Berdasarkan hasil sebaran lulusan STT Bandung, maka dapat disimpulkan bahwa Masa Tunggu Alumni adalah 45 hari. Artinya, setelah lulus wisuda sarjana di STT Bandung, maka rata-rata hanya butuh 45 hari saja bagi mereka untuk akhirnya memilih wirausaha, bekerja, atau melanjutkan studi (pasca sarjana).
Ada pula yang dinamakan Indonesia Career Center Network. Di sini mahasiswa bisa mempelajari sebuah keahlian dan mendapatkan sertifikat bertaraf internasional. Selain itu tersedia sarana berbagi pengetahuan dengan mahasiswa dari Perguruan Tinggi lainnya, seperti ITB, IPB, dan lain-lain. Pada tahun 2017 melaksanakan Forum Human Capital Indonesia, yang bekerja sama dengan 108 BUMN memberikan kesempatan mahasiswa untuk magang dan mendapatkan sertifikat. Bahkan, harapannya mereka dapat melanjutkan dan mengikuti proses rekrutmen di sana. Hal ini semua dilakukan untuk mengembangkan baik hard competency maupun soft competency, agar dapat mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan professional.
Selanjutnya, Pak Muchammad Naseer juga menyampaikan tentang prestasi-prestasi yang diraih. Baik oleh para dosen maupun mahasiswa. Hal ini bukan saja menjadi suatu kebanggan, tetapi juga dapat menjadi referensi terbaik bagi calon mahasiswa yang ingin mendapatkan kampus dengan tingkat partisipasi tinggi di kampus merdeka. Semakin berprestasi, semakin banyak pilihan untuk menyelesaikan pendidikan dengan caranya masing-masing. Apalagi, ditunjang dengan banyaknya program beasiswa dari berbagai pihak, semakin mempermudah peluang untuk belajar bagi kalangan tidak mampu sekalipun. Boleh dikatakan tak ada alasan untuk tak sekolah dan berprestasi bagi setiap mahasiswa.
Untuk itu, dengan segala persiapan yang dilakukan, demi kemajuan bersama, Pak Naseer pun memintakan doa agar pada tahun 2022 Sekolah Tinggi dapat berubah menjadi Universitas. Luar biasa. Siapa yang tak makin betah dan bangga menjadi bagian dari kampus ini. Apalagi dengan pengembangan gedung yang juga telah disiapkan. Selanjutnya sambutan dari Pembina Yayasan LPPI Bandung, Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. Yang menarik dari beliau adalah apresiasinya tentang tari pembukaan. Di mana tarian ini adalah salah satu kebudayaan aseli Bandung, berupa tari Jaipong. Kata beliau, “Teknologi dan budaya tak dapat dipisahkan. Teknologi tidak lagi hanya menjadi sarana menyebarkan, memelihara, melindungi, dan memanfaatkan kebudayaan. Tetapi teknologi juga sudah menjadi bagian dari kebudayaan itu sendiri.”
Beliau juga menyampaikan bahwa tahun 2021 harus menjadi tahun kebangkitan dan masa awal pemulihan dari Covid-19. Bagaimana kita semua, terutama mahasiswa STT Bandung, bisa survive dan tetap menyelesaikan studi hingga wisuda hari ini. Tentunya dengan bantuan teknologi, pembelajaran tetap berlangsung secara daring. “Technology does save the world”, tegas beliau. Ditutup dengan ungkapan dari buku Arjuna Wiwaha, yang maknanya “Mari mengolah diri melalui kreativitas demi kebaikan dunia.” Dilanjutkan dengan Sambutan Lidikti Wilayah IV. Kemudian pengumuman mahasiswa dan mahasiswi berprestasi. Baru pada acara yang ditunggu, yaitu pemindahan tali toga wisudawan oleh Ketua Senat.
Selamat buat para wisudawan. #WisudaXVI #ErickThohir #STTBandung #2022GoesToUniversity #KampusMerdeka #CampusofFutureLeader ⁣ #CampusofTechnology⁣ #CampusofCreativity ⁣ #CampusofDesign⁣ #CampusofInnovation

Jumat, 03 September 2021

INDSCRIPT CREATIVE AND THE EXTRAORDINARY WOMAN BEHIND

 

Siapa yang belum kenal? Padahal tak kenal maka tak sayang. Saya sendiri tahu Indscript belakangan, karena lebih dahulu mengenal sosok pendirinya. Pada waktu itu kebetulan ada event kelas “Heart Selling on The Spot” di salah satu hotel di Bandung, sekitar bulan Oktober 2016. Wah, lumayan sudah lama ya.

Saat itu saya baru saja melek di dunia kepenulisan. Karena sebelumnya menulis itu hanya sebagai tempat curhat di medsos yang juga baru saya kenal. Ternyata, saya mendapatkan insight bahwa dengan bisa menulis kita bisa makin mudah berbisnis. Sebaliknya, kalau ingin bisnis makin berkembang maka harus bisa menulis. Berbisnis dan menulis menjadi satu paket yang saling melengkapi.

Satu hal yang makin menarik adalah bahwa kedua kegiatan itu ternyata bisa dilakukan fulltime dari rumah, oleh seorang ibu rumah tangga. Hal ini adalah salah satu impian terbesar dalam hidup saya. Ada yang samaan?

Kalau iya, berarti harus lanjutkan mengenali Indscript ini.

 

Indari Mastuti, suatu kebanggaan bisa mengenal pendiri Indscript Creative lebih dekat

 

Berawal dari seorang wanita luar biasa bernama Indari Mastuti, yang menyukai kepenulisan sejak masa sekolah. Sejak tahun 1996, saat masih kelas 1 SMA, ia sudah rajin mengirimkan cerpen-cerpen ke majalah atau koran. Tentu saja sudah ratusan karya yang dimuat.

Bekerja dan berkarir kantoran juga bukan tidak pernah dilakukan oleh seorang Indari Mastuti. Bahkan, sebelum menikah sudah pernah bekerja di perusahaan telekomunikasi. Menjadi seorang Manager Marketing yang aktif hingga banyak bertugas ke luar kota. Pada saat itu, menulis memang baru merupakan kegiatan selingan di antara pekerjaan kantor. Namun produktivitas menulis ini tetap tinggi, karya yang dihasilkan tetap banyak. Bahkan, pada tahun 2004 akhirnya menelurkan novel perdana. Sejak itulah, Indari Mastuti banyak berhubungan dengan penerbit.

Hingga ketika sudah menikah barulah mulai berpikir bagaimana caranya agar tetap bisa menjadi ibu rumah tangga yang melayani suami dan mengurus anak, tetapi tetap memiliki kegiatan yang produktif dari rumah. Dibangun dengan landasan itulah, maka Indscript selalu mendasarkan semua kegiatannya dikaitkan dengan Ibu Rumah Tangga.

 

Indari Mastuti (foto from profil facebook)



Indscript Creative, kapan dan bagaimana mulai dibangun?

 

Memulai kedekatan dengan penerbit Gramedia, Syamil sejak terbitnya novel perdana di tahun 2004, memberikan ruang lebih leluasa bagi Indari Mastuti untuk melanjutkan kerja sama selanjutnya. Sehingga ketika pada 2007 menikah dan mulai berpikir ingin berbisnis dari rumah, maka pilihan bisnisnya jatuh pada kegiatan yang berhubungan dengan menulis. Bisnis menjadi lebih mudah karena menulis adalah suatu hobi yang disukai. Pada saat itu belum menggunakan brand sebagai Indscript, masih dengan nama sendiri, Indari Mastuti.

 

Mulai menawarkan lebih intens kepada penerbit dan hasilnya malah ditawarkan untuk menulis tema lain yang selama ini tidak biasa atau tidak pernah ditulis. Masya Allah, feedback yang di luar dugaan. Akhirnya pada akhir tahun 2007, dimulailah merekrut penulis untuk dapat membantu memenuhi semua permintaan.

Memasuki awal 2008 barulah mulai dengan nama Indscript Creative. Nama ini diberikan oleh sang suami, Deky Tasdikin. “Ind” artinya Indari, “script” artinya tulisan, dan “Creative” dengan harapan tulisan yang dihasilkan untuk klien ini adalah tulisan yang kreatif. Bahwa tulisan-tulisannya bukan sekadar jadi buku tapi juga harus enak untuk dibaca. Buat teman-teman yang sudah pernah membaca bukunya Indari Mastuti pasti akan mengaminkan. Buat saya bahkan lebih dari itu, tulisan yang dibuat selalu mampu menginspirasi.

 

Bagaimana Indscript Creative berkembang?

 

Pada awal tahun 2007 fokus bisnis masih sebagai agensi naskah, yaitu penyambung lidah penerbit dan penulis. Penerbit-penerbit yang bekerja sama dan sangat loyal hingga sekarang, yaitu Kompas Gramedia, Swadaya, dan Elex Media. Harapannya, jenis usaha ini tetap langgeng. Meskipun dari tahun ke tahun selalu berusaha mengembangkan lini-lini bisnis yang lainnya.

 

Tahun 2010 mulai mengembangkan penulisan biografi. Pada saat itu klien pertamanya adalah Brownies Amanda. Terus bertambah dari mulai Teh Ninih, ibu Siti Oded, ibu Atalia Praratya, bahkan ekspatriat Jepang. Target khususnya adalah memang pejabat-pejabat dan pengusaha kelas kakap, karena jasa penulisan biografi ini tidaklah murah. Bisa dipatok hingga 120 juta per satu project buku. Wow, harga yang cukup menggiurkan untuk menjadi seorang penulis, ya?

 

Selain itu, sejak tahun 2015 mulai mengerjakan juga direct selling. Dasar pemikirannya adalah, apa kira-kira yang bisa menghasilkan secara masif dan setiap hari? Sedangkan project buku biasanya berdasarkan kontrak atau per-bulan. Produknya ada bermacam-macam, seperti “Board Media Pencapaian Target”, “Board Mimpi”, dan lain-lain. Saat ini sudah ada sekitar 10.000 reseller yang berada di bawah jaringan Indscript.

 

Foto taken from google image



Bagaimana Indscript Creative bertahan di tengah badai pandemi?

 

Tahun 2020 pada saat pandemic, Indscript malah membuat percetakan sendiri. Dari karya Indari Mastuti sendiri atau penulis-penulis lain yang ingin mencetak buku.  Sehingga bukan lagi hanya sebagai agensi naskah, namun sudah berkembang menjadi percetakan dan publisher. Buku-buku yang ada di Indscript saat ini idak hanya melalui kerjasama dengan penerbit, tetapi sudah mulai lengkap mulai dari menulis, mencetak, menerbitkan dan mendistribusikan sendiri.

 

Bahkan, di tahun 2021 ini sudah berkembang menjadi agensi blogger, yaitu sebagai penyambung lidah antara perusahaan dengan para blogger. Serta yang terkini juga mengembangkan platform marketplace khusus untuk perempuan dengan nama Terhubung.co.id dan membuat channel YouTube “Rumah Teh Iin” yang akan menjadi cincin dalam dunia pernikahan. Isinya berbicara atau mengupas dengan sang suami tentang dunia pernikahan. Silakan langsung saja cari tahu kalau penasaran, ya.

 

Unforgetable moment buat Indscript Creative

 

Tahun 2007 membangun bisnis dan berkembang sangat pesat tetapi kurang dibarengi dengan ilmu, sehingga mengalami bangkrut di tahun 2010. Dari 16 karyawan menjadi tinggal 3 orang saja yang tersisa.

Namun kejadian ini menjadi titik balik kesadaran bahwa bisnis itu butuh ilmu. Sejak saat itu Indari Mastuti mulai belajar mentoring, ikut coaching, mulai membangun networking sampai mendapatkan akses-akses yang luar biasa untuk pembelajaran. Hingga hari ini menjadi sangat paham bahwa segala sesuatu itu butuh ilmu.

Layaknya sebuah bisnis, pasti akan mengalami pasang surut. Terjatuh itu sudah biasa, yang sulit adalah mempertahankan keinginan untuk selalu bangkit. Momen inilah yang mendorong semangat belajar Indari Mastuti untuk terus bergerak.

 

Harapan Indscript Creative di masa depan

 

Bagi Indari Mastuti, harapan ke depan akan selalu kembali kepada sejarah, yaitu ingin menjadi ibu rumah tangga yang produktif dari rumah.

Karena itu, Indscript Creative harus menjadi perusahaan yang membuat produktivitas perempuan semakin meningkat dari waktu ke waktu. Visinya adalah melahirkan 1 juta penulis dan 1 juta pebisnis.

Semoga, saya dan teman-teman bisa jadi bagian di sana, ya. Aamiin.

 

 

Minggu, 12 Januari 2020

WISUDA STTBANDUNG XIV TAHUN 2020 HARUS BISA MENJADI LOMPATAN GLOBAL

Wisuda bukan sekedar seremonial, tapi harus menjadi lompatan lebih jauh yang lebih global.
"Lulusan STTB tidak boleh hanya sekedar jago kandang dengan hasil-hasil karyanya, tapi kandangnya ya harus dunia ini" begitu kata Prof Ilham Habibie dalam wawancara dengan media ketika menjadi keynote speaker pada acara Wisuda XIV STTBandung pada tanggal 11 Januari 2020 di Hotel Harris Convention Hall kemarin.

Sumber dari Instagram STTB


Kalimat ini buat saya menjadi inspirasi yang bisa merangkum seluruh rangkaian acara panjang sejak pagi hingga siang hari itu. Bagaimana semangat mereka sangat terlihat di wajah-wajah segar yang tak sabar menanti di pintu masuk convention center ketika saya pun harus datang lebih pagi dari mereka supaya bisa meliput lengkap seremoninya.

Diawali pemandangan di depan hotel. Terlihat banyak keluarga ikut mengantar. Mereka sampai rela duduk atau berdiri sepanjang pintu lobby hotel hingga ruangan sebelum pintu masuk convention center yang menjadi tempat acara wisuda. Sepertinya bukan hanya ayah dan ibu. Ada juga keluarga besar yang ikut mengantar. Demi apa? Tentunya demi menunjukkan kebanggan pada satu sosok yang disebut sebagai wisudawan.

Pedagang bungapun ikut menyambut mereka. Tak hanya sekedar ikut meraup keuntungan berjualan, tapi esensinya juga tetap terasa kok. Keluarga seperti diingatkan untuk ikut menyampaikan ucapan selamat dan kebahagiaan itu dalam bentuk buket bunga.  Malah tidak hanya itu. Simbol kebanggan dan sayang kepada anak, kakak, adik, atau bahkan pasangannya, bisa juga dalam bentuk buket boneka atau permen. Ada-ada saja idenya. Tapi yang penting semua ikut bahagia, ya...

Pemandangan berjejalan berlanjut ketika saya baru saja keluar dari pintu lift. Orang tua dan wisudawan harus rela menunggu sebelum pintu masuk dibuka security karena tempatnya masih dalam persiapan. Beruntung saat itu saya bukan bagian dari mereka. Sebagai blogger, Alhamdulillah langsung dipersilakan masuk.

Hal ini menambah inspirasi untuk tidak hanya menyampaikan liputan acara ketika berlangsung di dalam gedung. Buat saya, justru suasana sebelumnya ini menjadi pengantar yang menguatkan acara itu sendiri. Tanpa antusiasme dari mereka, maka acara wisuda akan hambar. Berjejalan menjadi semacam hype acara wisuda ini. Jadi sama gejolaknya ketika kita akan menuju konser idola yang ditunggu-tunggu.

Ada ketidaksabaran ingin segera larut dalam seremoni megah yang selalu berhasil membuat air mata meleleh tanpa sadar. Setelah puluhan tahun berlalu, suasana wisuda sayapun turut hadir dalam hati.

Para wisudawan tentu bangga akhirnya bisa menyelesaikan pendidikan yang telah ditempuh. Orang tuapun lebih bangga karena akhirnya seperti di penghujung beban yang berat sebelum bisa melepas secara mandiri anak yang sudah dikandung dan dibesarkan dari kecil. Saatnya berbahagia karena sebentar lagi mereka bisa mewujudkan segala mimpi menjadi nyata.

Bukan hanya mimpi jadi sarjana. Tapi mimpi setelahnya. Mau jadi seperti apa kelak?  Bekerja, berkarir, atau memilih berwirausaha? Memilih bekerja di kota tempat tinggal atau justru merantau,  bahkan hingga ke luar negeri? Sungguh lebih terbuka semua peluang jika sudah menyelesaikan pendidikan formal. Meskipun tidak selalu jadi patokan.

Pada pidato pembukaan,  Ketua STTB Muchammad Naseer, S.Kom, M.T. sempat menyampaikan begitu banyak prestasi yang diraih mahasiswa selama di tahun 2019 ini.  Bahkan prestasi hingga di mancanegara. Ini patut menjadi kebanggaan anak negeri. Karena bisa membuktikan, bahwa sekolah ini mampu melahirkan kecerdasan-kecerdasan yang masih seringkali diperbandingkan dengan sekolah negeri. Padahal pada kenyataannya mereka pun mampu meraih prestasi yang tak kalah membanggakan negara Republik Indonesia di mata dunia. Semoga semakin bersaing secara global.

Hal ini dikuatkan oleh orasi ilmiah dari Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie. Salah satunya adalah statement bahwa Education is Key. Ini menjadi penanda bahwa sebuah kecerdasan akan bisa semakin teraplikasikan jika ada wadahnya. Belajar memang tak terbatas waktu, tapi menuntut ilmu secara formal tetap akan ada masanya. Sehingga memanfaatkan kesempatan menjadi sangat penting.

Menjadi manusia yang adaptif, mampu mengikuti setiap perkembangan teknologi. Terutama teknologi 4.0 yang akan semakin mempermudah langkah untuk lebih maju. Segala bidang akan dipermudah karena terkait dengan sistem informasi yang terintegrasi. Salah satunya melalui studi secara formal. Apapun bidangnya, dibekali dengan ilmu yang mumpuni akan semakin optimal dalam aplikasi di dunia nyata.

Sumber : Pasukan Blogger Joeragan Artikel

Yang mana aplikasinya tidak hanya cukup di lingkungan akademik. Tapi harus mampu juga berguna secara global alias mendunia.

Sejalan dengan hal tersebut, itu pula yang disampaikan dalam Kesan dan Pesan dari salah satu mahasiswa terbaik TI, Dheyu Laksmi Wulandari, S.T.. Kuncinya adalah ASK. A untuk attitude. S untuk Skill. K untuk knowledge. Menjadi sukses harus diawali dengan sikap yang baik dan bersahaja. Mau menerima setiap masukan positif untuk menjadi lebih baik. Lanjut dengan semangat untuk selalu mau mengasah kemampuan dan keterampilan agar semakin lama lebih menguasai hingga dapat dipercaya. Sambil tak ketinggalan, yang tak kalah penting adalah melengkapinya dengan ilmu pengetahuan sehingga tidak salah arah.
Sumber : Pasukan Blogger Joeragan Artikel

Sebagai penutup, tak lupa saya ucapkan selamat atas wisuda 209 orang lulusan STTB yang ke XIV di tahun 2020 ini. Di mana 113 orang dari mereka adalah berasal dari jurusan Teknik Industri, 70 orang jurusan Teknik Informatika, dan yang paling baru 26 orang lulusan dari jurusan Desain Komunikasi Visual. Semoga jumlah lulusan ini tidak hanya menjadi angka yang makin banyak di tahun berikutnya. Suatu saat nanti semua lulusan STTBandung ini mampu menunjukkan karir gemilang  Menjadi pemimpin kebanggaan orang tua, kebanggaan kampus, dan kebanggaan seluruh negeri di masa depan.